Jul
2nd

Segitiga Ascending

Formasi jenis ini terjadi ketika ada satu level resistance dan sebuah slope higher lows. Apa yang terjadi pada saat ini adalah terdapat suatu level dimana jumlah pembeli tidak dapat meningkat. Namun secara berangsur-angsur mulai menekan harga terus naik yang terbukti dengan adanya higher lows.

asc-triangle-1

Pada chart di atas, Anda bisa lihat bahwa pembeli mulai mendapatkan kekuatan karena mereka membuat higher lows. Mereka terus menekan level resistance dan hasilnya sebuah breakout akan terjadi. Pertanyaannya sekarang adalah “Ke arah mana? – Akankah pembeli dapat menembus level tersebut atau resistence akan menjadi semakin kuat?”.

Banyak buku charting akan memberitahukan bahwa dalam banyak kasus pembeli akan memenangi pertarungan ini dan harga akan menembus resistance. Namun berdasarkan pengalaman, tidak selalu begitu. Kadang-kadang level resistance terlalu kuat, dan tidak tersedia cukup kekuatan dari sisi pembeli untuk menekan.

Seringnya harga akan bergerak naik. Intinya, kita tidak memandang kemana arah yang akan dituju oleh harga, namun kita ingin selalu siap untuk pergerakan kemanapun arahnya. Pada kasus ini, kita akan set sebuah entry order di atas garis resistance dan di bawah slope higher lows.

asc-triangle-2

Pada skenario ini, pembeli memenangkan pertarungan dan harga terus bergerak naik.

Jun
14th

Segitiga Simetris

Segitiga simetris adalah formasi chart dimana lekukan/slope dari price’s highs dan lekukan/slope dari price’s lows bertemu pada satu titik sehingga terlihat seperti sebuah segitiga. Pada formasi ini terjadi lower highs dan higher lows pada harga pasar. Artinya baik pembeli maupun penjual sama-sama terus menekan harga sejauh mungkin untuk membuat trend yang jelas. Jika ini merupakan peretempuran antara pembeli dan penjual, maka hasinya adalah draw.

Aktivitas ini disebut juga konsolidasi.

Pada chart [...] Continue Reading…

Jun
4th

Pola Chart

Sekarang Anda sudah memiliki persenjataan yangt bisa digunakan ketika Anda bertarung di market. Pada pelajaran kali ini Anda akan mendapatkan persenjataan lainnya: Pola Chart.

Anggap saja pola chart sebagai alat detektor, karena dengan belajar ini, Anda akan dapat mendeteksi “ledakan” pada chart sebelum terjadi, membuat Anda menjadi kaya.

Pada pelajaran kali ini, kita akan belajar dasar formasi dan pola chart. Ketika Anda mengidentifikasi dengan benar, maka akan menuntun Anda kepada breakout [...] Continue Reading…

May
25th

Ringkasan Tentang Leading dan Lagging Indicator

Untuk Anda ketahui, apabila Anda mengetahui dan dapat mengidentifikasi tipe market yang Anda melakukan trading didalamnya, Anda akan mengetahui indikator mana yang memberikan sinyal akurat dan mana yang tidak.

Kemampuan tersebut tidak bisa didapatkan dengan begitu saja, namun perlu waktu dan proses. Anda akan dapat meningkatkan kemampuan Anda seiring dengan berkembangnya pengalaman Anda.

Ringkasan:

Ada dua tipe indikator: leading dan lagging.
Leading indicator memberikan sinyal beli sebelum terjadi trend atau reversal baru.
Lagging indicator [...] Continue Reading…

May
20th

Momentum / Lagging Indicator

Bagaimanakah cara mengenali sebuah trend? Indicator yang dapat dipakai untuk itu adalah MACD dan moving averages. Indikator-indikator ini akan mengenali trend ketika trend sudah terbentuk, akibatnya akan terjadi keterlambatan entry. Titik terangnya, hanya ada sedikit kemungkinan terjadi kesalahan.

Pada chart 1 jam EUR/USD, terdapat bullish yang menyeberang pada MACD di pukul 3:00 am EST tanggal 08/03/05 dan EMA periode 10 menyeberangi EMA periode 20 pada pukul 5:00 am. Kedua sinyal [...] Continue Reading…

May
11th

Oscillators / Leading Indicators

Oscillator adalah suatu objek atau data yang bergerak maju mundur di antara dua titik. Dengan kata lain, oscillator adalah suatu item yang akan selalu berada di antara titik A atau titik B. Analoginya adalah seperti ketika Anda menekan tombol saklar lampu.

Sekarang mari kita umpamakan indikator teknikal ini seperti tombol “on” atau “off”. Secara lebih spesifik, oscillator akan selalu memberitahukan sinyal “beli” atau “jual”. Dengan pengecualian ketika oscillator tidak berada [...] Continue Reading…

Apr
27th

Indikator Leading vs Indikator Lagging

Kita telah membahas banyak tool yang dapat membantu Anda menganalisis chart dan mengidentifikasi trend. Sekarang Anda sudah memiliki banyak informasi yang bisa digunakan untuk trading secara efektif.

Pada kesempatan ini, kita akan mencoba untuk menyamakan persepsi dalam penggunaan chart indikator. Kita coba untuk memahami kekuatan dan kelemahan dari masing-masing indikator, sehingga Anda bisa menentukan yang mana yang bekerja dengan baik untuk Anda dan trading plan Anda, dan yang mana tidak.

Leading [...] Continue Reading…

Apr
25th

Belajar Chart Indicators

Apapun yang Anda pelajari tentang trading adalah seperti tool yang ditambahkan ke dalam toolbox trader Anda. Tool Anda akan memudahkan Anda untuk membangun akun trading Anda.

Bollinger Bands

Digunakan untuk mengukur tingkat volatilitas pasar.
Indikator ini bekerja seperti level mini support dan resistance.
Bollinger Bounce.

Sebuah strategi yang ide utamanya adalah bahwa harga cenderung selalu kembali ke bagian tengah dari Bollinger Bands
Anda membeli ketika harga menyentuh bagian bawah Bollinger band.
Anda menjual ketika harga menyentuh [...] Continue Reading…

Apr
21st

Pemakaian Indikator

Dalam dunia yang sempurna, kita bisa mengambil salah satu indikator dan trading dengan menggunakan petunjuk yang diberikan oleh indikator tersebut. Permasalahannya adalah kita tidak hidup di dunia yang sempurna, dan masing-masing indikator memiliki kelemahan. Itulah sebabnya banyak trader mengkombinasikan bermacam-macam indikator sehingga bisa terlihat dalam satu monitor. Bisa saja mereka menggunakan 3 indikator berbeda dan mereka tidak akan masuk dalam trading kecuali ketiga indikator yang digunakan memberikan petunjuk yang [...] Continue Reading…

Apr
15th

Relative Strength Index

Relative Strength Index atau RSI mirip dengan stochastics yang digunakan untuk mengidentifikasi kondisi overbought dan oversold pada market. RSI memiliki skala dari 0 sampai 100. Pada dasarnya, bila kurva RSI di bawah 30 mengindikasikan oversold, sedangkan di atas 70 mengindikasikan overbought.

Penggunaan RSI

Penggunaan RSI sama dengan stochastics. Dari chart di atas bisa Anda lihat ketika RSI jatuh di bawah 30, maka mengidentifikasi market dalam kondisi oversold. Setelah turun, harga akan [...] Continue Reading…

Apr
12th

Stochastics

Stochastics adalah indikator lain yang berfungsi untuk menentukan dimana suatu trend akan berakhir. Definisinya, stochastic adalah oscillator yang mengukur kondisi overbought dan oversold dari suatu pasar. Stochastics memiliki 2 garis yang mirip dengan garis MACD, namun satu garis lebih cepat dari yang lainnya.

Bagaimana Cara Mengaplikasikan Stochastics

Seperti yang dikatakan sebelumnya, stochastics memberitahukan kita kapan market dalam kondisi overbought atau oversold. Stochastics memiliki skala 0 sampai 100. Ketika garis stochastics di [...] Continue Reading…

Apr
8th

Parabolic SAR

Sampai saat ini kita telah mempelajari beberapa indikator yang memfokuskan kepada cara kita untuk menangkap awal mula trend baru. Meskipun sangat penting untuk bisa mengetahui kapan suatu trend akan dimulai, namun sangat penting pula untuk dapat mengetahui kapan suatu trend akan berakhir.

Parabolic SAR (Stop and Reversal) adalah salah satu indikator yang dapat membantu kita untuk menentukan dimana suatu trend akan berakhir. Parabolic SAR menempatkan dot (titik) pada chart [...] Continue Reading…

Apr
8th

MACD – Moving Average Convergence Divergence

MACD adalah akronim untuk Moving Average Convergence Divergence. Tool ini digunakan untuk mengidentifikasi moving averages yang mengindikasikan terjadinya sebuah trend baru, apakah itu bullish atau bearish. Seperti kita ketahui bersama, tujuan utama kita dalam trading adalah untuk dapat menemukan sebuah trend, karena disanalah terdapat banyak uang.

Dengan chart MACD, Anda akan selalu melihat tiga angka yang digunakan untuk settingannya.

Angka pertama adalah periode yang digunakan untuk mengkalkulasi moving average yang lebih [...] Continue Reading…

Apr
6th

Chart Indikator Yang Sering Digunakan

Bollinger Bands

Selamat Saya ucapkan karena Anda sudah sampai kepada bahasan ini, karena setiap kali Anda belajar dan mendapatkan hal-hal baru maka Anda terus menambah tool ke dalam toolbox Anda. “Apakah toolbox itu?” Toolbox adalah sesuatu yang Anda butuhkan untuk membangun akun trading. Semakin banyak tools (pelajaran) yang Anda miliki dalam toolbox (Otak Anda), maka akan semakin mudah Anda membangun akun trading.

Untuk kali ini, akan bertambah lagi pelajaran Anda. Anggap [...] Continue Reading…

Mar
10th

Kesimpulan Moving Averages

Moving average adalah suatu cara untuk memuluskan pergerakan harga.
Ada bermacam-macam moving averages. Tipe yang umum ada 2, yaitu: Simple Moving Average dan Exponential Moving Average.
Simple moving averages adalah bentuk moving averages yang paling sederhana, namun simple moving averages sangat rentan terhadap perubahan harga yang tiba-tiba.
Exponential moving averages lebih menekankan pada harga terkini dan oleh karena itu dapat menunjukkan kepada kita apa yang dilakukan oleh trader pada saat ini.
Sangat penting [...] Continue Reading…

Mar
1st

SMA VS EMA

Yang mana lebih baik: Simple Moving Averages atau Exponential Moving Averages?

Pertama, mari kita mulai dengan exponential moving average. Ketika Anda menginginkan moving average bereaksi dengan cepat terhadap pergerakan harga, maka sebuah EMA dengan periode yang pendek adalah pilihan yang bagus. EMA ini akan membantu Anda menangkap trend yang terjadi lebih awal, yang akan menghasilkan profit lebih tinggi. Karena dengan lebih awal Anda menangkap trend, semakin lama Anda bisa mengikuti [...] Continue Reading…

Feb
28th

Exponential Moving Average

Meskipun simple moving average adalah tool yang bagus, namun ada satu kekurangannya. Simple moving average sangat mudah sekali terganggu oleh rumor yang berkembang. Baca lebih lanjut untuk memahami apa yang Saya maksudkan:

Katakanlah kita plot 5 period SMA pada daily chart EUR/USD dan harga penutupan untuk 5 hari terakhir adalah:

Hari 1: 1.2345
Hari 2: 1.2350
Hari 3: 1.2360
Hari 4: 1.2365
Hari 5: 1.2370

Simple moving average akan dikalkulasi seperti ini
(1.2345+1.2350+1.2360+1.2365+1.2370)/5= 1.2358

Sangat sederhana bukan?

Bagaimana kalau [...] Continue Reading…